Biaya pembangunan Flyover Djuanda bersumber dari APBN (SBSN) senilai Rp332,8 miliar yang dianggarkan secara Multy Years Contract (MYC) tahun 2022-2024. Flyover ini dikerjakan oleh Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali, Ditjen Bina Marga dengan kontaktor pelaksana PT Wijaya Karya (Persero)-PT Nindya Karya (Persero) (KSO).
Penamaan Flyover Aloha menjadi Juanda sebagai upaya menghormati jasa Pahlawan Nasional Juanda Kartawidjaja pencetus Deklarasi Juanda tahun 1957 dan penggagas pembangunan bandara internasional di Jawa Timur. terangnya
Lebih lanjut, Hadi Mulyono mengatakan bahwa selain akan mengatasi dan mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di tiga persimpangan Bundaran Aloha, tepatnya di Jalan Nasional ruas Waru-Batas Sidoarjo dengan Jalan Akses Bandara Juanda, Flyover Juanda juga menjadi infrastruktur konektivitas pendukung jalan akses Bandara Juanda, di Kabupaten Sidoarjo serta mengurangi risiko kecelakaan karena adanya perlintasan kereta api.
Secara keseluruhan pada 2023, Kementerian PUPR membangun 3 flyover guna mendukung sterilisasi perlintasan sebidang rel kereta di sepanjang jalan nasional, yakni Flyover Djuanda di Jawa Timur dan dua flyover lagi di Sumatera Selatan, yakni Flyover Gelumbang dan Bantaian.
Dilain pihak, Bupati Sidoarjo Gus Mudhlor mengatakan jika tidak ada halangan dan sesuai schedule yang direncanakan sesuai target, maka pada April 2024 flyover Juanda tersebut bisa dioperasikan secara penuh.
Lebih lanjut, Gus Muhdlor menjelaskan bahwa flyover Juanda tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengatasi kemacetan di kawasan Bundaran persimpangan Aloha dan akses Bandara Juanda.