Selain itu, para demonstran juga menyoroti lemahnya perhatian PT PCI terhadap keselamatan kerja. Sebelumnya, ada seorang pekerja konstruksi asal Pasuruan dilaporkan tewas setelah terjatuh dari ketinggian saat memasang atap pabrik
PT PCI. Hal ini menimbulkan kritik
tajam terkait standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yang diterapkan perusahaan.
“Kami mendesak PT PCI untuk lebih memperhatikan keselamatan pekerja dan memberikan kesempatan kerja bagi warga setempat,” ujar Suhalif
Aktifis mahasiswa asal Unipdu Jombang mengancam jika dalam waktu 2 minggu pihak perusahaan tidak memberi penjelasan. Pihaknya akan melakukan aksi serupa dengan massa yang lebih banyak lagi.
“Jika tuntutan kami tidak diindahkan kami akan melalukan aksi kembali dengan jumlah yang lebih banyak. Kami akan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait di Pemkab Jombang juga,” ucapnya.
Sementara itu, Ragil sebagai Pelaksana Proyek dari PT PCI mengaku sudah melakukan mediasi dengan para pendemo dan juga sudah menyepakati beberapa poin tuntutan yang dilayangkan oleh masyarakat.
“Sudah ditindak lanjuti dari pihak pabrik. Pihak pabrik sudah mengajak mediasi supaya ada kejelasan. Sudah kami jelaskan tentang izin-izin semua dan keluhan dari masyarakat sudah kami setujui semua,” ucapnya.