Dirbinmas Polda Jatim Bangun Ekosistem Toleransi di Lingkungan Sekolah

Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, mengikuti kegiatan diskusi ekosistem toleran di lingkungan sekolah berbasis human security dan pencegahan kekerasan berbasis extrimisme (PVE).

Surabaya, Transnews.co.id – Dirbinmas Polda Jatim Kombes Pol Asep Irpan Rosadi, mengikuti kegiatan diskusi dalam hal membangun ekosistem toleran di lingkungan sekolah berbasis human security dan pencegahan kekerasan berbasis extrimisme (PVE).

Dirbinmas menyampaikan, bahwa pihaknya akan mencoba menguatkan pondasi untuk penguatan khususnya di sekolah, terkait toleransi yang berujung bagaimana sekolah, pelajar mempunyai daya tangkal dan daya cegah terhadap paham maupun sikap intoleran radikal dan terorisme.

Kedepannya, Polda Jatim akan bekerja sama dengan Pemprov Jatim dan Dinas Pendidikan untuk membuat aksi nyata di beberapa sekolah.

BACA JUGA :  Polda Jatim Berikan Dukungan Psikososial bagi Anak-anak Korban Covid-19 dan Penyandang Disabilitas

“Kami akan melibatkan seluruh kepala sekolah, forum guru untuk memetakan akar masalah. Nantinya kelompok mana yang harus kita bina atau yang sudah bagus maka perlu kita tingkatkan,” kata Dirbinmas dikonfirmasi, Jumat (28/1/2022).

Asep menjelaskan, bahwa akan digunakan sistem pendekatan baik kepada guru, pelajar ataupun pengelola dari lingkungan untuk membuat Jatim menjadi Provinsi yang memiliki rasa toleransi tinggi dikalangan pelajar.

“Perlu diingatkan kepada semuanya bahwa agama tidak ada yang mengajarkan permusuhan, selain itu menanamkan nilai- nilai Pancasila sehingga menumbuhkan jiwa Nasionalisme dan mencegah Ekstrimisme,” tuturnya.

BACA JUGA :  Kapolda Jatim Pimpin Sertijab Empat Pejabat dan Kapolres Jajaran Polda Jatim

Sementara itu, Heru Wahono Santoso, Kepala Bakesbangpol Jawa Timur, menyampaikan bahwa pihaknya akan bekerja sama dengan Polda Jatim dalam hal membangun ekosistem toleran di lingkungan sekolah.

“Kami akan memberikan edukasi, pembinaan kepada anak-anak SMA eh karena memang sasaran utama itu adalah generasi muda tentang bagaimana cara melawan radikalisme, intoleransi. Kami juga akan memberikan wawasan kebangsaan agar mencintai NKRI,” ucap Heru. (hd)

Pos terkait