Membaca Hamidin Krazan, Lewat Sastra Pinggiran

Kreativitas, itulah tolak ukur dari para pelaku seni – termasuk sastra. Produktivitas, itulah jati dirinya para pelaku seni – termasuk sastra. Dalam dua hal tersebut, Hamidin dengan mengangkat kata pinggiran, menjadi brand kreativitas dalam proses berkaryanya. Karena saya cermati, Orang Pinggiran itu juga selain makin aktif berkarya lewat berbagai media; cetak buku, medsos (FB dan Youtube), juga melalui pementasan-pementasan yang ada. Kalau sudah begitu, apa bedanya pelaku sastra kota dengan Orang Pinggiran? Karena amanah terbesar bagi para pelaku seni adalah berkarya.

Teruslah berkarya Hamidin Krazan, sang sastrawan pinggiran. Tulisan ini adalah bentuk rindu saya kepada Ham; baik sebagai sahabat maupun sebagai penikmat karya-karyanya.*** (Putra Gara)

Aksi Hamidin Krazan, Si Sastrawan Pinggiran saat membacakan puisi.

Catatan Redaksi: Apabila ada pihak yang merasa dirugikan atau keberatan dengan penayangan artikel dan/atau berita tersebut di atas, silahkan mengirim sanggahan dan/atau koreksi kepada Kami sebagaimana diatur dalam Pasal 1 ayat (11) dan (12) UU Nomor 40 tahun 1999 tentang Pers melalui email: transnewsredaksi@gmail.com