Pada pageleran ini, pengrajin Goerge Yikwa, tampil memperagakan cara pembuatan anyaman berbahan rotan dengan helaian rotan dengan perwarnaan alami. Pengrajin Yikwa menceritakan warna alami ini berwarna abu abu dimana helaian rotan yang direndam dilumpur selama 3 hari ini sehingga rotan berwarna abu, hitam, maupun coklat.
Dari sisi pemasaran, produk anyaman dikumpulkan di Jayawijaya oleh Captain Pilot Matt Meeuwse dan istrinya, Amanda Meeuwse, dari Yayasan Helivida Indonesia, yang melayani dengan helikopter Helivida ke berbagai pelosok pedalaman.
Menurut Ketua Dekranasda Papua Pegunungan, Herwin Wanggai, kerajinan rakyat ini menjadi perhatian dari Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan, sebagai salah satu prioritas pengembangan ekonomi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Bagi Papua Pegunungan, sektor UMKM harus dikembangkan secara serius mengingat potensi ekonomi masyarakat Pegunungan, seperti kopi, buah merah, noken, sayur-mayur, kuliner, maupun produk lokal lainnya.
Dalam konteks pengembangan UMKM ini, Ibu Herwin Wanggai menjelaskan Ibu Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian bersama Ibu Sri Suparni Bahlil, Ketua Manajemen Usaha Dekranas Pusat akan mengunjungi Wamena, pada 24 – 25 Juli 2024.
Sebelumnya, Dekranasda Papua Pegunungan juga meraih juara I terbaik lomba mobil hias yang digelar di puncak acara HUT ke- 43 Dekranas di Solo, pada 13 – 17 Mei 2024. Langkah-langkah ini menjadi bagian dari pengembangan potensi ekonomi berbasis sosial budaya masyarakat Pegunungan, sekaligus mempromosikan sektor pariwisata yang beranekaragam di Papua Pegunungan.