Wali Kota Eri juga menekankan keberhasilan Pemkot Surabaya dalam menanggulangi genangan di beberapa wilayah. Seperti di antaranya Jalan Kartini dan Pakal Madya yang sebelumnya selalu terjadi genangan saat hujan deras. “Alhamdulillah, yang sudah dikerjakan tidak banjir lagi, tapi yang belum harus kita selesaikan,” tegasnya.
Karena itu, Wali Kota Eri optimistis wilayah Simo Hilir, termasuk sisi timur sungai yang belum sepenuhnya tertangani, akan bebas banjir pada tahun 2025. “Dulu sisi barat banjir, hingga masjid yang sudah tinggi pun ikut tergenang, tapi sekarang tidak lagi. Makanya sisi timur akan kita kebut agar tahun depan semuanya selesai,” imbuhnya.
Di tempat yang sama, Ketua RW IV Kelurahan Simo Mulyo Baru, Kecamatan Sukomanunggal, Kota Surabaya, Sumargono menyampaikan apresiasi atas upaya Pemkot Surabaya dalam mengatasi banjir di wilayahnya.
Ia mengungkapkan bahwa saluran sepanjang 249 meter dengan lebar 60-80 sentimeter yang telah dibangun Pemkot Surabaya telah membawa perubahan signifikan. “Selama dua tahun terakhir, wilayah kami sudah tidak banjir lagi. Ini seperti anugerah setelah puluhan tahun terkena banjir,” kata dia.
Oleh sebab itu, Sumargono mendukung rencana Pemkot Surabaya membangun bozem dengan pintu air elektrik untuk memaksimalkan penanganan banjir. “Kami senang, kami mensupport begitu juga pembuatan pintu air mungkin (penanganan banjir) berfungsi secara maksimal,” tandasnya.